Archive for the ‘GReeN Zone’ Category

h1

Tangisan Hutan Indonesia

November 14, 2008

hutan21

Hutan Indonesia Menjelang Kepunahan

Indonesia memiliki 10% hutan tropis dunia yang masih tersisa. Hutan Indonesia memiliki 12% dari jumlah spesies binatang menyusui/mamalia, pemilik 16% spesies binatang reptil dan ampibi, 1.519 spesies burung dan 25% dari spesies ikan dunia. Sebagian dianataranya adalah endemik atau hanya dapat ditemui di daerah tersebut.

Luas hutan alam asli Indonesia menyusut dengan kecepatan yang sangat mengkhawatirkan.  Hingga saat ini, Indonesia telah kehilangan hutan aslinya sebesar 72 persen [World Resource Institute, 1997].  Penebangan hutan Indonesia yang tidak terkendali selama puluhan tahun dan menyebabkan terjadinya penyusutan hutan tropis secara besar-besaran.  Laju kerusakan hutan periode 1985-1997 tercatat 1,6 juta hektar per tahun, sedangkan pada periode 1997-2000 menjadi 3,8 juta hektar per tahun. Ini menjadikan Indonesia merupakan salah satu  tempat dengan tingkat kerusakan hutan tertinggi di dunia. Di Indonesia berdasarkan hasil penafsiran citra landsat tahun 2000 terdapat 101,73 juta hektar hutan dan lahan rusak, diantaranya seluas 59,62 juta hektar berada dalam kawasan hutan. [Badan Planologi Dephut, 2003].

Pada abad ke-16 sampai pertengahan abad ke-18, hutan alam di Jawa diperkirakan masih sekitar 9 juta hektar. Pada akhir tahun 1980-an, tutupan hutan alam di Jawa hanya tinggal 0,97 juta hektar atau 7 persen dari luas total Pulau Jawa. Saat ini, penutupan lahan di pulau Jawa oleh pohon tinggal 4 %. Pulau Jawa sejak tahun 1995 telah mengalami defisit air sebanyak 32,3 miliar meter kubik setiap tahunnya.

Dampak Kerusakan Hutan

Dengan semakin berkurangnya tutupan hutan Indonesia, maka sebagian besar kawasan Indonesia telah menjadi kawasan yang rentan terhadap bencana, baik bencana kekeringan, banjir maupun tanah longsor. Sejak tahun 1998 hingga pertengahan 2003, tercatat telah terjadi 647 kejadian bencana di Indonesia dengan 2022 korban jiwa dan kerugian milyaran rupiah, dimana 85% dari bencana tersebut merupakan bencana banjir dan longsor yang diakibatkan kerusakan hutan [Bakornas Penanggulangan Bencana, 2003].

Selain itu, Indonesia juga akan kehilangan beragam hewan dan tumbuhan yang selama ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Sementara itu, hutan Indonesia selama ini merupakan sumber kehidupan bagi sebagian rakyat Indonesia. Hutan merupakan tempat penyedia makanan, penyedia obat-obatan serta menjadi tempat hidup bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Dengan hilangnya hutan di Indonesia, menyebabkan mereka kehilangan sumber makanan dan obat-obatan. Seiring dengan meningkatnya kerusakan hutan Indonesia, menunjukkan semakin tingginya tingkat kemiskinan rakyat Indonesia, dan sebagian masyarakat miskin di Indonesia hidup berdampingan dengan hutan.

Apa hanya itu?

Hutan Indonesia juga merupakan paru-paru dunia, yang dapat menyerap karbon dan menyediakan oksigen bagi kehidupan di muka bumi ini.

Fungsi hutan sebagai penyimpan air tanah juga akan terganggu akibat terjadinya pengrusakan hutan yang terus-menerus. Hal ini akan berdampak pada semakin seringnya terjadi kekeringan di musim kemarau dan banjir serta tanah longsor di musim penghujan. Pada akhirnya, hal ini akan berdampak serius terhadap kondisi perekonomian masyarakat.

Mengapa Hutan Kita Rusak?

Industri perkayuan di Indonesia memiliki kapasitas produksi sangat tinggi dibanding ketersediaan kayu. Pengusaha kayu melakukan penebangan tak terkendali dan merusak, pengusaha perkebunan membuka perkebunan yang sangat luas, serta pengusaha pertambangan membuka kawasan-kawasan hutan.

Sementara itu rakyat digusur dan dipinggirkan dalam pengelolaan hutan yang mengakibatkan rakyat tak lagi punya akses terhadap hutan mereka.

Dan hal ini juga diperparah dengan kondisi pemerintahan yang korup, dimana hutan dianggap sebagai sumber uang dan dapat dikuras habis untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Bagaimana itu terjadi?

Penebangan hutan di Indonesia yang tak terkendali telah dimulai sejak akhir tahun 1960-an, yang dikenal dengan banjir-kap, dimana orang melakukan penebangan kayu secara manual. Penebangan hutan skala besar dimulai pada  tahun 1970. Dan dilanjutkan dengan dikeluarkannya ijin-ijin pengusahaan hutan tanaman industri di tahun 1990, yang melakukan tebang habis (land clearing).

Selain itu, areal hutan juga dialihkan fungsinya menjadi kawasan perkebunan skala besar yang juga melakukan pembabatan hutan secara menyeluruh, menjadi kawasan transmigrasi dan juga menjadi kawasan pengembangan perkotaan.

Di tahun 1999, setelah otonomi dimulai, pemerintah daerah membagi-bagikan kawasan hutannya kepada pengusaha daerah dalam bentuk hak pengusahaan skala kecil. Di saat yang sama juga terjadi peningkatan aktivitas penebangan hutan tanpa ijin yang tak terkendali oleh kelompok masyarakat yang dibiayai pemodal (cukong) yang dilindungi oleh aparat pemerintah dan keamanan.

Apa yang seharusnya dilakukan?

Untuk menghentikan kerusakan hutan di Indonesia, maka pemerintah harus mulai serius untuk tidak lagi mengeluarkan ijin-ijin baru pengusahaan hutan, pemanfaatan kayu maupun perkebunan, serta melakukan penegakan hukum terhadap pelaku ekspor kayu bulat dan bahan baku serpih. Pemerintah juga harus melakukan uji menyeluruh terhadap kinerja industri kehutanan dan melakukan penegakan hukum bagi industri yang bermasalah. Setelah tahapan ini, perlu dilakukan penataan kembali kawasan hutan yang rusak dan juga menangani dampak sosial akibat penghentian penebangan hutan, misalkan dengan mempekerjakan pekerja industri kehutanan dalam proyek penanaman pohon.

Kemudian, bila telah tertata kembali sistem pengelolaan hutan, maka pemberian ijin penebangan kayu hanya pada hutan tanaman atau hutan yang dikelola berbasiskan masyarakat lokal.
Selama penghentian sementara [moratorium] dijalankan, industri-industri kayu tetap dapat jalan dengan cara mengimpor bahan baku kayu. Untuk memudahkan pengawasan tersebut, maka jenis kayu yang diimpor haruslah berbeda dengan jenis kayu yang ada di Indonesia.

Dan yang terpenting adalah mengembalikan kedaulatan rakyat dalam pengelolaan hutan, karena rakyat Indonesia sejak lama telah mampu mengelola hutan Indonesia.

Dapatkah individu membantu?

Ya, dengan melakukan lobby, menulis surat ataupun melakukan tekanan kepada pemerintah agar serius menjaga hutan Indonesia yang tersisa. Selain itu, lakukan pengawasan terhadap peredaran kayu di wilayah terdekat, dan berikan laporan kepada Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) terdekat ataupun lembaga non pemerintah lainnya dan kepada instansi penegak hukum, serta media massa, bila menemukan terjadinya peredaran kayu tanpa ijin maupun kegiatan pengrusakan hutan.

Dan mulailah menanam pohon untuk kebutuhan kayu keluarga di masa datang, memanfaatkan kayu dengan bijak dan tidak lagi membeli kayu-kayu hasil penebangan yang merusak hutan.

Iklan
h1

SAVE THE EARTH!!

November 14, 2008

earth

Bad Facts about our earth

  • If you throw away 2 aluminum cans, you waste more energy than 1,000,000,000 (one billion) of the world’s poorest people use a day.
  • Making a new can from scratch uses the uses the energy equal to half a can of gasoline.
  • About one third of what an average American throws out is packaging.
  • More than 1,000,000,000 (one billion) trees are used to make disposable diapers every year.
  • In one minute, 50 acres of rainforest are destroyed.
  • Some rain has a pH of 3 or 4. (which is pretty acidic, considering 7 is neutral, not acidic, and battery acid has a pH of 1). Some fish, such as lake trout and smallmouth bass, have trouble reproducing at a pH of 6, which is only slightly acidic. Some clams and snails can’t survive at all. Most crayfish are dead at a pH of 5. You can see how bad this is for the environment.
  • On average, a person in the US uses energy two times more than a person in Japan or West Germany does, and 50 times more than a person in India.
  • About 90% of the energy used in lighting a standard (incandescent) light bulb is lost as heat.
  • Air conditioning uses 10 times more energy than a fan, therefore, it creates 10 times the pollutants.
  • It takes half the output of the Alaskan pipeline to heat the air that escapes from all the homes in the US during a year.
  • Cars and pick-up trucks are responsible for about 20% of the carbon dioxide released into the air.
  • There are about 500 million automobiles on the planet, burning an average of 2 gallons of fuel a day. Each gallon releases 20 pounds of carbon dioxide into the air.
  • About 80% of our trash goes to landfills, 10% is incinerated, and 10% is recycled.
  • Since there is little oxygen underground, where we bury our garbage, to help bacteria eat the garbage, almost nothing happens to it. Scientists have dug into landfills and found ears of corn still intact after 20 years, and newspapers still readable after 30.
  • The average American makes about 3.5 pounds of trash a day.
  • In a year, the average American uses as much wood in the form of paper as the average resident of the developing world burns as fuel.

26 things we can do to help:

  1. Turn off lights.
  2. Turn off other electric things, like TVs, stereos, and radios when not in use.
  3. Use rechargable batteries.
  4. Do things manually instead of electrically, like open cans by hand.
  5. Use fans instead of air conditioners.
  6. In winter, wear a sweater instead of turning up your thermostat.
  7. Insulate your home so you won’t be cold in winter.
  8. Use less hot water.
  9. Whenever possible, use a bus or subway, or ride your bike or walk.
  10. Try to buy organic fruits and vegetables if you’re concerned about pesticides. (Organic food is grown without man-made fertilizers and/or pesticides).
  11. Don’t waste products made from forest materials.
  12. Use recycled paper and/or recycle it. Reuse old papers.
  13. Don’t buy products that may have been made at the expense of the rainforest.
  14. Support products that are harvested from the rainforest but have not cut down trees to get it.
  15. Plant trees, espessially if you have cut one down.
  16. Get other people to help you in your cause. Make and/or join an organization.
  17. Avoid products that are used once, then thrown away.
  18. Buy products with little or no packaging.
  19. Encourage your grocery store sell environmentally friendly cloth bags for people to use when they shop, or bring your own.
  20. REDUCE, REUSE, & RECYCLE.
  21. Compost.
  22. Buy recycled products.
  23. Don’t buy pets taken from the wild.
  24. If you have a good zoo nearby, (if the animals are healthy and the zoo takes care of them), support it! Espessially if they help breed endangered animals.
  25. Don’t buy products if animals were killed to make it.
  26. Cut up your six-pack rings before throwing them out.